Makassar, Satria Insight – Sebanyak 150 peserta mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) bidang pelayaran berupa Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 Mil di Kampus Salodong Politeknik Pelayaran Makassar pada 18–23 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor kemaritiman. Selain itu, panitia juga ingin meningkatkan kompetensi masyarakat pesisir dan pelaku transportasi laut tradisional. (23/5/26)
Selama enam hari, instruktur memberikan materi teori dan praktik keselamatan dasar pelayaran. Peserta mempelajari penanganan keadaan darurat di laut, penggunaan alat keselamatan, dasar navigasi, serta kecakapan pelaut 60 mil.
Kegiatan tersebut juga mendorong peserta memahami pentingnya keselamatan kerja dan profesionalisme dalam aktivitas pelayaran. Karena itu, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias.
Baca Juga : PLN UP3 Serpong Gelar Pemeriksaan Peralatan Konstruksi untuk Tingkatkan Keselamatan Kerja
PIP Makassar Dorong Kompetensi SDM Maritim
Dosen sekaligus Penata Teknis Kebijakan PIP Makassar, Dr. Ir. Muh. Ivan, S.Si.T., M.Si., M.Mar.E., menjelaskan bahwa Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing masyarakat maritim, terutama di wilayah pesisir.
Menurutnya, pelatihan BST-KLM dan SKK 60 Mil bukan sekadar program sertifikasi. Namun, kegiatan tersebut juga menjadi bagian pembinaan sumber daya manusia yang mengutamakan keselamatan, kompetensi, dan profesionalisme.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta meningkatkan kemampuan dan pemahaman tentang keselamatan pelayaran. Selain itu, peserta juga harus siap menghadapi tantangan kerja di sektor maritim yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kompetensi tersebut dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
HNSI Sulsel Apresiasi Diklat BST-KLM dan SKK 60 Mil
Pengurus DPD HNSI Sulawesi Selatan, Abdullah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini membantu masyarakat nelayan dan pelaku pelayaran rakyat meningkatkan kompetensi serta kesadaran keselamatan saat melaut.
“Kegiatan seperti ini sangat di butuhkan masyarakat pesisir. Karena itu, peserta harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik agar ilmu yang di peroleh dapat di terapkan dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.
Selain itu, Abdullah juga mengapresiasi sinergi antara Politeknik Pelayaran Makassar dan Politeknik Penerbangan Makassar sehingga kegiatan berlangsung lancar dan tertib.
Peserta Antusias Ikuti Pelatihan
Penyelenggara berharap kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat ini memberikan manfaat nyata bagi peserta. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas di sektor maritim.
Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta aktif mengikuti setiap sesi pembelajaran dan praktik bersama instruktur profesional di bidang pelayaran.
Melalui kegiatan BST-KLM dan SKK 60 Mil ini, penyelenggara berharap lahir sumber daya manusia maritim yang unggul, kompeten, dan mampu mendukung penguatan sektor transportasi laut serta pemberdayaan masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan.*(RPT/Mus)
