Rezeki Nur Kawal Program Penanganan TBC, Dinkes Makassar Perkuat Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Penanganan TBC di Makassar

Makassar, Satria Insight – Anggota DPRD Kota Makassar, Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kep, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan Ketiga bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar di Hotel Makassar Premier, Sabtu (30/05/2026). Kegiatan tersebut membahas program prioritas pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan Tuberkulosis (TBC), sekaligus mengulas pelayanan kesehatan yang menjadi kebutuhan masyarakat Kota Makassar.

Kegiatan pengawasan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, DR. Nursaidah Sirajuddin, serta akademisi Kasmawati Karim, S.Kep., Ns., M.M. Kedua pemateri memaparkan berbagai strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mempercepat upaya eliminasi TBC.

Rezeki Nur menjelaskan bahwa pengawasan program pemerintah menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai tujuan. Menurutnya, program kesehatan harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Fokus utama pembahasan dalam kegiatan tersebut mengarah pada penanganan TBC yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Selain membahas upaya pencegahan dan pengobatan, forum tersebut juga mengulas pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program kesehatan.

Penanganan TBC Jadi Prioritas Pemerintah

Hadir sebagai pemateri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, memaparkan capaian program penanggulangan TBC di Kota Makassar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menekan angka kasus TBC sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Menurut Nursaidah, Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan penanggulangan TBC sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan daerah. Karena itu, pemerintah terus memperkuat komitmen politik melalui berbagai kebijakan yang mendukung program tersebut.

Selain menyiapkan dukungan anggaran lintas organisasi perangkat daerah (OPD), Pemerintah Kota Makassar juga menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai pedoman pelaksanaan program penanggulangan TBC.

“Kami juga mengoptimalkan koordinasi lintas sektor yang melibatkan bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ketenagakerjaan, perumahan, hingga lingkungan. Forum koordinasi penanggulangan TBC juga terus diaktifkan untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak,” jelas Nursaidah.

Kolaborasi dan Edukasi Kesehatan Perlu Diperkuat

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam mencapai target eliminasi TBC. Menurutnya, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat upaya pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga keberhasilan pengobatan.

Sementara itu, akademisi Kasmawati Karim menekankan pentingnya edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan literasi kesehatan dapat membantu masyarakat memahami cara pencegahan penyakit sekaligus mendorong perilaku hidup sehat.

Selain memperoleh materi dari para narasumber, peserta kegiatan juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan terkait pelayanan kesehatan. Aspirasi yang muncul antara lain peningkatan kualitas layanan kesehatan, kemudahan akses pelayanan, serta pemerataan program kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan pengawasan ini, DPRD Kota Makassar berharap program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Selain itu, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan di Kota Makassar.

Tag:

Tinggalkan Balasan