MAKASSAR, Satria Insight – Rezeki Nur menggelar reses di delapan titik Kota Makassar pada Rabu–Sabtu, 20–23 Mei 2026. Dalam kegiatan itu, warga menyampaikan keluhan terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan meningkatnya kenakalan remaja di sejumlah wilayah. Reses berlangsung di Kecamatan Mariso, Tamalate, dan Mamajang sebagai bagian dari agenda DPRD Kota Makassar untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kegiatan tersebut dipublikasikan pada Sabtu (23/5/2026).
Warga menilai proses SPMB masih menimbulkan kebingungan, terutama terkait jalur penerimaan dan kuota sekolah negeri. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan terbatasnya daya tampung sekolah di beberapa wilayah padat penduduk.
Di sisi lain, warga mengaku resah dengan meningkatnya kenakalan remaja di Kota Makassar. Pergaulan bebas, balap liar, hingga aksi tawuran menjadi persoalan yang sering muncul di lingkungan masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong warga meminta perhatian lebih serius dari pemerintah. Mereka berharap pemerintah kota memperkuat pengawasan remaja dan menghadirkan lebih banyak kegiatan positif di tingkat kelurahan.
Dalam dialog bersama warga, Rezeki Nur menegaskan bahwa pendidikan dan pembinaan generasi muda menjadi perhatian penting Komisi D DPRD Makassar.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan proses SPMB berjalan transparan, adil, dan mudah di pahami masyarakat. Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar untuk menekan kenakalan remaja.
“Kami menerima banyak masukan terkait SPMB dan kondisi remaja di Makassar. Persoalan ini harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Makassar agar memperbanyak program olahraga, pelatihan keterampilan, dan kegiatan kepemudaan. Menurutnya, aktivitas positif dapat membantu mengurangi potensi kenakalan remaja.
Adapun lokasi reses berlangsung di Kelurahan Mattoangin dan Mariso di Kecamatan Mariso. Selain itu, kegiatan juga berlangsung di Kelurahan Mannuruki, Parang Tambung, Pa’baeng-Baeng, dan Bongaya di Kecamatan Tamalate. Sementara itu, titik lainnya berada di Kelurahan Tamparang Keke dan Bontobiraeng, Kecamatan Mamajang.
Melalui reses tersebut, Rezeki Nur berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD Kota Makassar terus berjalan sehingga pemerintah dapat segera menindaklanjuti berbagai persoalan warga.*(Red/AZS)
