Saktriady Ingatkan Kader Jelang Konfercab XVIII: Nama Besar Ansor Bukan Komoditas Kepentingan

Saktriady Ingatkan Kader Jelang Konfercab VIII: Nama Besar Ansor Bukan Komoditas Kepentingan

Makassar, Satria Insight – Wakil Bendahara Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Makassar, Andi Zul Saktriady Kaharuddin, SE mengajak seluruh kader menjaga marwah organisasi menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII PC GP Ansor Makassar pada 8–9 Juni 2026. Ia berharap forum tertinggi organisasi tingkat cabang tersebut berjalan sukses, demokratis, dan mampu melahirkan kepemimpinan yang berintegritas. Selain itu, ia juga mendorong kader untuk menjaga nilai perjuangan Ansor di tengah dinamika organisasi. (1/6/2026)

Menurut Saktriady, Konfercab XVIII harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Forum tersebut juga harus mempererat persaudaraan antar kader. Karena itu, seluruh elemen organisasi perlu mengedepankan kebersamaan dan tanggung jawab dalam setiap proses yang berlangsung.

Baca Juga : GP Ansor Makassar Siap Gelar Konfercab XVIII, Usung Tema “Berakar Tradisi, Berlayar Masa Depan”

Konfercab XVIII Harus Perkuat Marwah Organisasi

Saktriady menyebut GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan Islam yang memiliki sejarah panjang dan reputasi kuat di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, seluruh kader memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan organisasi yang lahir dari perjuangan para ulama dan kader pendahulu.

Menurutnya, Konfercab XVIII tidak boleh berhenti pada proses pemilihan ketua baru. Sebaliknya, forum tersebut harus melahirkan gagasan yang mampu memperkuat peran organisasi. Selain itu, kader juga perlu merumuskan langkah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Konfercab bukan sekadar agenda memilih ketua baru. Forum ini harus menjadi ruang untuk memperkuat komitmen kader terhadap organisasi, memperkokoh persatuan, serta memastikan Ansor tetap berada pada jalur perjuangannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kader harus menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Karena itu, pemimpin yang lahir dari Konfercab harus memiliki integritas, loyalitas, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Ansor.

Ansor Bukan Alat Kepentingan Sesaat

Saktriady menilai nama besar GP Ansor merupakan amanah yang harus dijaga oleh seluruh kader. Menurutnya, organisasi tidak boleh menjadi sarana untuk mengejar kepentingan pribadi maupun keuntungan sesaat.

“Nama besar Ansor bukan komoditas kepentingan. Ansor tidak boleh dimanfaatkan sebagai kendaraan untuk mencari popularitas, keuntungan pribadi, ataupun kepentingan sesaat yang tidak sejalan dengan nilai perjuangan organisasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar menjaga etika organisasi selama proses Konfercab berlangsung. Selain itu, kader harus menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan nilai-nilai ke-Ansor-an. Dengan cara itu, seluruh pihak dapat menerima hasil forum dengan lapang dada.

Logo Konfercab XVIII PC GP Ansor Makassar

Saktriady berharap tidak ada praktik yang mencederai nama baik organisasi. Menurutnya, seluruh kader memiliki kewajiban moral untuk menjaga kehormatan Ansor sebagai organisasi kader, organisasi perjuangan, dan organisasi pengabdian.

“Jangan sampai ada transaksi-transaksi kotor yang mengatasnamakan Ansor untuk kepentingan tertentu. Nama besar Ansor tidak boleh diperjualbelikan. Ansor harus tetap menjadi rumah perjuangan kader dan wadah pengabdian kepada umat, bangsa, dan Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kader Ansor harus terus memperkuat loyalitas, integritas, dan semangat pengabdian. Oleh karena itu, Konfercab VIII perlu melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat peran Ansor di tengah masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Saktriady mengajak seluruh kader menyambut Konfercab VIII dengan semangat kebersamaan. Meskipun perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar, kader harus tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi demi kemajuan GP Ansor Kota Makassar.(*Red)

Tag: