Konfercab XVIII GP Ansor Makassar Digelar, Ketua Panitia: Simbol Tradisi dan Transformasi Pemuda

Konfercab VIII GP Ansor Makassar Digelar, Ketua Panitia: Simbol Tradisi dan Transformasi Pemuda

Makassar, Satria Insight – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Makassar akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XVIII. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan komitmen kebangsaan dan keislaman. Melalui tema “Berakar Tradisi, Berlayar Menjemput Masa Depan”, GP Ansor Makassar mengajak kader memperkuat nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Selain itu, organisasi juga menyiapkan langkah untuk menghadapi tantangan zaman.(2/6/2026)

Konfercab XVIII menjadi momentum penting bagi GP Ansor Kota Makassar. Melalui forum ini, kader dapat mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah gerakan pada masa mendatang.

Sebagai bagian dari persiapan kegiatan, panitia memperkenalkan logo resmi Konfercab XVIII. Logo tersebut memuat simbol budaya, identitas lokal, dan semangat perjuangan kader Ansor.

Konfercab XVIII Hadirkan Filosofi Tradisi dan Kemajuan

Logo Konfercab XVIII menampilkan rumah adat Bugis-Makassar, perahu pinisi, gelombang laut, dan angka delapan.

Rumah adat Bugis-Makassar melambangkan akar budaya yang kuat. Sementara itu, perahu pinisi menggambarkan keberanian, ketangguhan, dan semangat berlayar menuju masa depan.

Gelombang laut mencerminkan dinamika perjuangan kader dalam menghadapi perubahan zaman. Adapun angka delapan melambangkan kesinambungan perjuangan. Simbol tersebut juga mencerminkan keseimbangan dan kebermanfaatan organisasi bagi umat serta bangsa.

Logo Konfercab XVIII PC GP Ansor Makassar

Ketua Panitia Konfercab XVIII GP Ansor Kota Makassar, Muhadir, menjelaskan bahwa konferensi cabang tidak hanya berfokus pada pergantian kepemimpinan.

Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis bagi organisasi. Melalui forum ini, kader dapat memperkuat arah perjuangan dan menjawab tantangan sosial, budaya, serta kebangsaan.

“Ansor harus tetap berakar pada tradisi ulama dan nilai-nilai kebangsaan, namun juga siap berlayar menghadapi masa depan dengan inovasi, kolaborasi, dan pengabdian,” ujar Muhadir.

Muhadir menambahkan bahwa Konfercab XVIII juga menjadi wadah untuk melahirkan gagasan strategis. Gagasan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran GP Ansor di tengah masyarakat.

M. Rizal: Konfercab Jadi Wahana Meneguhkan Komitmen

Ketua GP Ansor Kota Makassar, M. Rizal, menilai Konfercab XVIII memiliki arti penting bagi perjalanan organisasi. Menurutnya, forum tersebut juga menentukan arah kaderisasi pada masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa Konfercab bukan hanya agenda organisasi. Sebaliknya, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat komitmen kader terhadap nilai kebangsaan dan keislaman.

“Konfercab ini bukan hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi sebagai wahana untuk meneguhkan komitmen kita terhadap nilai-nilai kebangsaan dan keislaman. Kami berharap melalui konferensi ini, generasi muda Ansor dapat mengembangkan ide-ide kreatif yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mari bersama-sama menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perubahan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Rizal menegaskan bahwa tema “Berakar Tradisi, Berlayar Menjemput Masa Depan” mencerminkan semangat GP Ansor dalam menjaga warisan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Pada saat yang sama, tema tersebut juga menggambarkan gerakan kepemudaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain itu, Konfercab XVIII diharapkan melahirkan berbagai gagasan strategis. Gagasan tersebut dapat memperkuat peran GP Ansor sebagai garda terdepan penjaga NKRI. Selain itu, kader juga dapat memperkuat toleransi dan mengawal generasi muda agar tetap berpegang pada nilai Islam moderat serta cinta tanah air.

Melalui forum tersebut, GP Ansor Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai organisasi kepemudaan yang responsif terhadap perubahan zaman. Pada saat yang sama, organisasi terus menjaga tradisi, memperkuat kaderisasi, dan melanjutkan perjuangan para ulama demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.

Tag:

Tinggalkan Balasan