Makassar,Satria Insight – Papua, Aceh dan Borneo Bergejolak menjelang HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat sorotan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Rumah Antasari Barisan Rakyat Nasional Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (DPD Ranbrani Sulsel) Andi Zul Saktriady Kaharuddin.(17/08/26)
Ia menilai munculnya persoalan bendera dan simbol identitas di sejumlah wilayah perlu menjadi perhatian serius pemerintah untuk menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.
Menurut Saktriady, Papua, Aceh dan Borneo selain bergejolak memiliki sejarah serta karakter persoalan yang berbeda. Namun, kemunculan isu bendera dan simbol identitas dalam waktu yang berdekatan tetap perlu dicermati.
“Papua, Aceh dan Borneo memiliki sejarah serta karakter persoalan yang berbeda. Tetapi ketika dalam waktu yang berdekatan muncul gejolak yang berkaitan dengan bendera dan simbol identitas, ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Saktriady.
Aceh Jadi Perhatian
Saktriady secara khusus menyoroti situasi di Aceh. Ia menilai persoalan menjadi lebih serius ketika terjadi penurunan Merah Putih dan pengibaran bendera lain.
Ia juga menyoroti tindakan terhadap simbol Garuda yang terjadi dalam rangkaian kericuhan tersebut.
“Kalau Merah Putih diturunkan, bendera lain dikibarkan, bahkan simbol Garuda diturunkan dan dirusak, ini bukan lagi persoalan simbol biasa. Ini warning serius bagi Indonesia. Jangan sampai kita terlambat membaca tanda tandanya,” tegas Saktriady.
Jangan Biarkan Identitas Memecah Indonesia
Saktriady menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak menyampaikan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap menghormati hukum, simbol negara dan keutuhan NKRI.
Menurutnya, identitas budaya dan sejarah daerah merupakan bagian dari kekayaan Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu melihat setiap persoalan secara proporsional.
“Papua punya identitas, Aceh punya sejarah, Borneo punya kekayaan budaya. Semua itu bagian dari Indonesia. Perbedaan harus kita hormati, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut menjadi pintu masuk perpecahan,” katanya.
Cari akar persoalannya
Saktriady meminta pemerintah tidak terburu buru menuduh pihak tertentu sebagai aktor di balik berbagai gejolak tersebut.
Namun, ia juga meminta pemerintah tidak mengabaikan kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan situasi.
“Jangan langsung kita tuduh ada pihak tertentu tanpa bukti. Tetapi jangan pula kita menganggap semuanya sekadar kebetulan. Pemerintah perlu melihat situasi ini secara menyeluruh dan mencari tahu akar persoalannya,” ujarnya.
Menurut Saktriady, pemerintah perlu memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan tokoh daerah. Di sisi lain, aparat harus bertindak tegas terhadap tindakan yang melanggar hukum.
Jaga Merah Putih
Menjelang HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Saktriady mengajak masyarakat menjaga ketenangan. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Baginya, momentum kemerdekaan harus memperkuat persatuan, bukan memperbesar perbedaan.
“Indonesia dibangun dari keberagaman. Kita boleh berbeda identitas, tetapi kita tetap satu bangsa. Merah Putih harus tetap menjadi simbol persatuan Indonesia, bukan sesuatu yang dipertentangkan,” tutup Saktriady.
