Mahasiswi Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Interview Kerja

Ilustrasi kasus mahasiswi Makassar disekap dan diperkosa

MAKASSAR,-Kasus mahasiswi Makassar disekap dan diperkosa dengan modus interview kerja menjadi perhatian publik setelah korban mengaku mengalami kekerasan usai menerima tawaran pekerjaan dari media sosial.

Korban awalnya melihat informasi lowongan kerja yang tersebar di media sosial. Setelah melakukan komunikasi dengan pihak perekrut, korban kemudian menyetujui ajakan interview kerja di salah satu lokasi di Kota Makassar.

Pelaku lalu menjemput korban dan membawa mahasiswi tersebut ke sebuah rumah mewah. Namun, korban tidak menjalani proses wawancara kerja sebagaimana yang di janjikan sebelumnya.

Korban mengaku pelaku justru menyekap dan melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Selama berada di lokasi, korban juga mengalami ancaman dan intimidasi hingga merasa ketakutan.

Baca Juga : Kapolrestabes Makassar Tegaskan Tembak di Tempat Geng Motor

Dalam kondisi panik, korban akhirnya berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Saat ini, aparat kepolisian masih mendalami kasus mahasiswi Makassar di sekap dan di perkosa tersebut. Polisi juga terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap seluruh fakta di balik kejadian tersebut.

Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat karena pelaku memanfaatkan modus lowongan kerja untuk menjalankan aksi kejahatan. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat menerima tawaran interview kerja dari media sosial, terutama jika perusahaan atau perekrut tidak memiliki identitas yang jelas.

Pengamat sosial menilai literasi digital dan kewaspadaan masyarakat harus terus meningkat agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Selain itu, aparat penegak hukum juga di harapkan menindak tegas pelaku kejahatan yang menggunakan modus lowongan kerja palsu.

Kasus mahasiswi Makassar disekap dan di perkosa ini pun ramai menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan perlindungan maksimal kepada korban selama proses hukum berlangsung.

Sumber Referensi : Kompas.com | CNN Indonesia

Tag: