MAKASSAR,-Pemerintah Kota Makassar berhasil menata kawasan Barawaja melalui pendekatan humanis kepada pedagang kaki lima (PKL). Cara persuasif itu membuat sejumlah pedagang membongkar lapaknya secara mandiri tanpa tindakan paksa dari petugas.
Pemerintah sebelumnya mengajak para pedagang berdialog terkait penggunaan trotoar dan badan jalan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, aparat menjelaskan pentingnya menjaga ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan lingkungan.(15/5/2026)
Baca Juga : Mahasiswi Makassar Disekap dan Diperkosa Modus Interview Kerja
Pendekatan itu mendapat respons positif dari para pedagang. Sebanyak 16 PKL akhirnya memilih membongkar sendiri lapak mereka di kawasan Barawaja. Para pedagang juga mulai membersihkan area jualan agar pejalan kaki dapat kembali menggunakan trotoar dengan nyaman.
Petugas lapangan tidak melakukan tindakan represif saat proses penataan berlangsung. Aparat lebih mengutamakan komunikasi dan memberi pemahaman kepada pedagang mengenai aturan penggunaan fasilitas umum.
Langkah humanis tersebut membuat proses penataan berjalan aman dan kondusif. Warga sekitar pun mulai merasakan perubahan karena kondisi jalan terlihat lebih rapi dan tidak lagi dipenuhi lapak liar.
Pemerintah Kota Makassar menilai pendekatan persuasif lebih efektif dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. Selain menjaga ketertiban kota, pemerintah juga tetap memperhatikan aktivitas ekonomi para pedagang kecil.
Masyarakat berharap pemerintah terus menjaga konsistensi penataan kawasan dengan solusi yang tidak merugikan pedagang. Warga juga meminta pengawasan rutin agar trotoar dan badan jalan tidak kembali dipakai untuk berjualan secara sembarangan.
Pemkot Makassar menegaskan akan terus mengawasi kawasan yang sudah di tertibkan. Pemerintah juga mengimbau para pedagang menempati lokasi usaha yang sesuai aturan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tertib.
Sumber resmi : Pemerintah Kota Makassar








