Bone, Satria Insight – Kegiatan konstatering terhadap lahan sengketa di Kelurahan Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian pada Rabu (10/6/2026). Kehadiran petugas di lokasi sempat memicu ketegangan setelah sebagian warga mengira kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan eksekusi lahan.
Sejak pagi, aparat keamanan mengawal jalannya konstatering untuk memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan tertib. Sejumlah warga kemudian berkumpul di sekitar objek sengketa dan menyampaikan keberatan karena menganggap kegiatan tersebut berkaitan dengan pengosongan lahan.
Kabag Ops Polres Bone, Kompol Burhanuddin, mengatakan pihaknya telah memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai tujuan kegiatan yang berlangsung di lokasi. Menurutnya, informasi yang berkembang di tengah warga memunculkan kesalahpahaman sehingga memicu penolakan dari sebagian masyarakat.
Burhanuddin menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung konstatering di Kelurahan Masumpu Bone bukan merupakan eksekusi lahan sebagaimana yang beredar di tengah masyarakat.
“Ini bukan eksekusi, tetapi konstatering untuk memastikan bahwa putusan mulai dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung tidak mengalami perubahan,” kata Burhanuddin.
Ia menjelaskan bahwa konstatering merupakan bagian dari proses hukum yang bertujuan mencocokkan objek sengketa dengan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. Proses tersebut menjadi tahapan penting sebelum langkah hukum berikutnya dilakukan.
Baca juga : MI Al-Mukmin Abbumpungeng Buka PMB Tahun Ajaran 2026/2027
Menurut Burhanuddin, aparat kepolisian hadir untuk menjaga keamanan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Polisi Kedepankan Pendekatan Persuasif
Burhanuddin mengatakan pihaknya telah berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat sejak awal kegiatan berlangsung. Polisi juga mengedepankan pendekatan persuasif untuk mencegah munculnya konflik di lapangan.
“Kami sudah sampaikan dari awal kepada masyarakat yang berada di dalam lokasi bahwa kami bukan musuh mereka, bukan musuh saudara-saudara kami maupun orang tua kami yang tinggal di sana,” ujarnya.
Ia menegaskan aparat tidak memiliki kepentingan dalam perkara yang disengketakan. Karena itu, petugas berusaha menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memberikan pemahaman kepada warga mengenai proses hukum yang sedang berjalan.
Meski sempat terjadi ketegangan, aparat keamanan berhasil menjaga situasi tetap terkendali. Petugas terus melakukan pengamanan di sejumlah titik sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Hingga kegiatan berakhir, kondisi di sekitar objek sengketa berangsur kondusif. Aparat masih melakukan pemantauan guna memastikan tidak terjadi gesekan lanjutan di tengah masyarakat.
Polisi juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.(*Red)
