Makassar, Satria Insight – Ruang Ballroom Hotel Grand Imawan mendadak riuh dan hangat. Puluhan kader Posyandu dan tokoh masyarakat Kota Makassar hadir berdialog langsung dalam Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Anggaran/Kebijakan Angkatan X yang digelar oleh Anggota DPRD Kota Makassar, Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kes., M.Kep., berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar.
Forum pengawasan ini menjelma menjadi panggung terbuka tempat para garda terdepan kesehatan masyarakat meluapkan cerita, dinamika lapangan, hingga gagasan-gagasan segar nan positif demi memutus rantai stunting di Makassar.
Anggota DPRD Kota Makassar, Rezeki Nur, yang juga di kenal luas sebagai akademisi dan praktisi keperawatan, menyambut riuh antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa pengawasan anggaran tidak boleh kaku dan berjarak dari realitas warga.
“Fungsi pengawasan DPRD itu sejatinya ada di detik-detik saat kader berjuang di lapangan. Hari ini kita mendengarkan fakta, energi, dan masukan yang luar biasa positif dari ujung tombak kita. Suara dari Posyandu inilah yang akan menjadi bahan bakar utama kami di parlemen untuk memastikan kebijakan kesehatan benar-benar presisi dan berdampak,” cetus Rezeki Nur disambut tepuk tangan riuh peserta.

Semangat gotong royong semakin membuncah tatkala Kepala Dinas PPKB Kota Makassar, Drs. Andi Irwan Bangsawan, M.Si., membedah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Ia merespons cepat setiap aspirasi kader dan mengajak seluruh elemen kota untuk makin padu.
“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri, dan forum pengawasan bersama Bu Dewan hari ini membuktikan betapa dahsyatnya potensi gotong royong kita. Lewat Gerakan ‘Genting’, setiap masukan dan energi positif dari para kader hari ini langsung kami jadikan amunisi untuk mempertajam pendampingan keluarga berisiko di tiap kelurahan,” puji Andi Irwan.
Melengkapi dimensi ilmiah acara, akademisi kesehatan Fardi, S.Kep., M.Kes., memantik kesadaran peserta lewat materi Holistic Stunting. Ia membedah bahwa perang melawan stunting adalah kerja kebudayaan yang melingkupi nutrisi, sanitasi, hingga kesehatan mental keluarga.
“Stunting itu multidimensi. Kita tidak cuma bicara piring makan, tapi juga air bersih, pola asuh, dan kesehatan jiwa seorang ibu. Kolaborasi antara pengawas kebijakan, eksekutor program, dan kader Posyandu dalam forum hari ini adalah contoh sempurna dari pendekatan holistik yang kita cita-citakan,” papar Fardi.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan hingga akhir ini dipandu secara interaktif oleh Andi Zul Saktriady Kaharuddin, S.E. selaku moderator. Kelancaran dan dinamika diskusi yang tercipta berhasil mempertemukan pandangan para pemangku kebijakan dengan para praktisi lapangan secara harmonis. Hal ini menegaskan satu hal: Pengawasan Kebijakan DPRD Kota Makassar ketika legislator, pemerintah, akademisi, dan kader Posyandu duduk bersama tanpa sekat, target Makassar bebas stunting bukan lagi sekadar slogan di atas kertas.
