Pasca Sertijab, Kemenkeu Peta-Kan Strategi Fiskal di Tengah Pesan Jumpa Pers Purbaya
JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung Djuanda, Jakarta, pada Rabu (16/9/2026). Acara ini menyusul pelantikan pimpinan baru oleh Presiden. Momentum tersebut menandai transisi kepemimpinan di tubuh Bendahara Negara. Selain itu, jajaran Kemenkeu langsung menggelar rapat koordinasi untuk memetakan penyesuaian strategi fiskal pada sisa kuartal akhir tahun anggaran.
Pesan Purbaya Sadewa dalam Jumpa Pers
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pernyataan resmi dalam sesi jumpa pers sebelum sertijab kemenkeu. Purbaya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh jajaran birokrasi Kemenkeu dan masyarakat selama ia memimpin.
“Saya menyerahkan estafet kepemimpinan ini dengan keyakinan penuh bahwa fondasi APBN kita berada dalam kondisi yang tangguh. Saya berharap jajaran Kemenkeu terus menjaga independensi, akuntabilitas, serta fokus pada kesejahteraan rakyat di tengah berbagai tantangan ekonomi,” ujar Purbaya dalam jumpa pers tersebut.
Purbaya juga menegaskan pentingnya menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah perlu mengawal efisiensi belanja negara agar sasaran pembangunan tetap tercapai.
Komitmen Menkeu Baru dan Efisiensi Anggaran
Menteri Keuangan yang baru melantik mengapresiasi kerja keras Purbaya selama memimpin Kemenkeu. Pihaknya menegaskan komitmen untuk melanjutkan program-program strategis yang sudah berjalan baik. Di samping itu, Kemenkeu menata prioritas belanja kementerian dan lembaga.
“Tugas utama kita hari ini adalah memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi. Kita langsung bergerak cepat memetakan penyesuaian strategi fiskal akhir tahun agar APBN tetap kredibel dan sehat,” tegas Menkeu baru.
Penguatan Penerimaan dan Respon Pasar
Kemenkeu terus menggenjot optimalisasi penerimaan negara dari sektor perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penyesuaian strategi ini berjalan seiring koordinasi erat bersama Bank Indonesia (BI) dan OJK. Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta kepastian investasi hingga penutupan tahun anggaran.
